Rehan Aufa Fakhri Tahun 2010. “KEPEDULIAN PEMUDA TERHADAP PEMANASAN GLOBAL DAN PERLUNYA PENANAMAN TANAMAN BAMBU DI KAWASAN SMAN 1 PADANG PANJANG”
Dahulu kala, manusia masih mempergunakan sistim agrikultur yang bergantung pada alam, seperti pertanian dan perkebunan. Hal tersebut membuat mereka terus melestarikan alam ini. Namun seiring perkembangan zaman, manusia telah beralih ke zaman industri. Sehingga mereka mulai meninggalkan alam, bahkan menghilangkan lahan-lahan yang seharusnya sebagai lingkungan hidup sekarang menjadi pabrik-pabrik atau gedung-gedung bertingkat.
Penelitian ini dilatar belakangi karena kita sebagai penghuni bumi ini. Kita harus menyadarkan semua pihak akan kepeduliannya terhadap alam ini pada masa depan. Karena kita harus bersama-sama mencegah kerusakan di alam ini, semua pihak harus ikut serta karena jika dilakukan tidak bersama akan sangat sulit dilakukan.
Selain itu kita juga harus mengembalikan keseimbangan ekosistem bumi kita ini. Salah satunya adalah menyeimbangkan kadar karbon dioksida di udara. Karena karbon dioksida yang terperangkap di udara dapat membuat bumi menjadi panas atau bahkan merusak ozon.
Salah satu caranya adalah mengembangkan program menanam pohon bambu. Karena dengan progam itu kita dapat menahan kerusakan di bumi kita ini.
Penelitian ini menggunakan dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer digunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan para pemuda terhadap definisi global warming dan dampak global warming sedangkan data sekunder untuk mengetahui seberapa besar kepedulian pemuda terhadap global warming yang terjadi sekarang ini. Jenis pengambilan data adalah dengan menggunakan angket kepada beberapa siswa SMAN 1 Padang Panjang.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut (1) Pemuda cukup mengetahui definisi dari pemanasan global (2) Tanggung jawab pemuda terhadap pemanasan global sudah cukup tinggi namun masih ada beberapa yang mengkambinghitamkan hal lain bahkan justru acuh tak acuh terhadap pemanasan global yang sedang terjadi ini (3) Tingkat kepedulian pemuda terhadap pemanasan global yang melanda negeri ini sudah cukup baik (4) Masih banyak siswa SMAN 1 Padang Panjang yang belum mengetahui bahwa tanaman bambu dapat lebih baik dalam menyerap karbon dioksida (5) Berdasarkan informasi tentang kegunaan tanaman bambu bagi pencegahan tanaman bambu, dari angket didapat bahwa lebih dari setengah siswa SMAN 1 Padang Panjang yang mengisi angket bahwa tanaman bambu sangat baik jika diberikan lahan di kawasan sekolah kita tercinta ini.
Bertitik tolak pada kesimpulan di atas dikemukakan saran-saran sebagai berikut (1) Kepada semua pemuda hendaknya memperhatikan kelangsungan bumi yang kita tempati ini (2) Kita harus mencegah pemanasan global itu secara kompak dan bersama sehingga akan terasa tidak sulit (3) Untuk kawasan SMAN 1 Padang Panjang dianjurkan agar ditanam tanaman bambu untuk salah satu sarana pencegahan pemanasan global.
